Cerpen Pak Yai: Nafsir Al Quran (1)

Sudah dua minggu, pak Yai belum bisa meninggalkan pesantren. Tamu luar biasa banyak. Mulai menjelang akhir Romadhon hingga beberapa hari setelah lebaran ini. Biasanya hingga pertengahan Syawal. Bu Nyai juga sama. Tamunya uleng-ulengan. Silih berganti, hingga malam. Gusi garing, sudah biasa. Untung ada santri yang segera balik. Sehingga bisa membantu urusan dapur.

Continue reading